Minggu, 11 April 2021

OBROLAN MAS EKO DI KEDAI MBAH BOTAK

Adzan Subuh,mengumandang pagi itu,Di kedai Mbah Botak,ada seorang yang menunggu di depan kedai itu,Ketika Jamaah Subuh berlangsung, ia tetap saja berdiri disana tak bergeming, Ketika usai Jamah Subuh sosok itu masih sedia kala. Pakaiannya cukup bersih dengan nuansa merah putih

Eko agak terkejut ketika mengamati orang itu.Sebab ia langsung menebak isi hati Eko,Eko hanya bengong Orang aneh macam apa ini

"Dari mana mas?

"Dari Masjid Pak,"jawab Eko

"O,ya kalau belum sampai sholat,saja seperti mereka ?''

"Maksud bapak?"

"Kalau sudah kenal Allah,sudah bersama Allah,sudah sampai kepada Allah,untuk apa meniti jalan seperti itu? Cukup sholat abadi, Sholat Da'im saja, sholat dalam bhatin saja"

"Eko nggeh,Pasti ini salah paham terhadap paham yang salah, Eko jadi ingat apa yang dikatakan kang Soleh,beberapa waktu lalu di mesjid mengenai soal meninggalkan Syari'at,karena klaim Hakekat. Masalah tersebut memang menjadi kerisauan Tasauf dewasa ini, atas nama sufi dan pencapaian Hakekat,mereka meklaim telah mencapai tujuan utamanya,sehingga syari'at harus di tinggalkan,Sebab menurut mereka syari'at di anggap dianggap sebagai sarana belaka,untuk mencapai Hakekat, Suatu pandangan yang keliru  Juga Menyesatkan

"Begini pak kata Eko,," Kalau syari'at tidak diturunkan maka kegiatan ubudiyah didunia ini tidak di perlukan,dan jika aturan ubudiyah tidak ada,maka ummat manusia akan melakukan ubudiyah sebagaimana dilakukan oleh kalangan Jahiliyah yang menyembah api berhala dan menyembah apapun yang dianggap sebagai Tuhan.

Mereka yang anti syari'at sebenarnya telah menuhankan diri sendiri,karena kesesatannya terhadap paham hakekat tersebut. Di dalam tradisi sufi,muncul sejumlah wacana yang tidak bisa dipahami sebagai produk Filsafat. Misalnya kata Husen bin Mansur Al hallaj 'Anal Haq" (Akulah Allah),bukanlah kata-kata seorang dalamkondisi sadar rasionalTetapi kata-kata Majdzub Ketertarikan Spritual yang dasyat kepada Allah diluar kesadaran).Sebagaimana dua orang pecinta yang mengatakan satu sama lain pada sang kekesihnya "Engkau adalah diriku dan dirimu adalah diriku" sebuah ungkapan yang bisa dibenarkan tapi tidak bisa di Logikan.

Orang itu agak terjengak mendengar ocehan tukang Sapu jalan bak seorang Profesor,Bahkan Eko melanjutkan dengan cerdasnya

"Oleh karena itu Allah menurunkan para Rosul untuk membimbing ummat manusia agar tidak terjebak logika Spritual. Dalam Islam orang yang tidak terken kewajiban Sholat itu antara lain : Orang Gila, Anak-anak, Orang Lupa, Orang yang terkena Uzur Syar'i (seperti haid dan nifas). Termasuk orang gugur kewajiban sholatnya adalah orang yang gila kepada Allah, Sebab orang yang gila kepada Nya benar benar menghanguskan ruang waktu,hilang kesadaran rasionalnya, sampai ahirnya hanya Allah saja yang dilihat,disaksikan dikenang dan diingat.

Lha sampean kan masih doyan rokok,kopi,tahu waktu, tahu warna,tahu tempat, berarti belum gila pak "ledek Eko

"Sepanjang manusia masih sadar ruang dan waku .masih makan dan minum,masih merasa lapar dan haus,dan masih mendengar omongan oranglain, maka ia masih  masih wajib menjalankan syari'at Nya



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Punyaku

kasdiwarso@gmail.com akhamlazuardi jayasuprana079@gmail.com jaya1234567 onongonci@gmail.com onci1234567 Yushitaweno7@gmail.com Onong 1234567...