Rabu, 26 Mei 2021

ANTARA PRAGMATIS DAN IDEALIS DALAM MENCARI NAFKAH

 Ditulis : Mahfud Muchtar


Suatu hari saya pesan ojol untuk mengantar kita sekeluarga ke kantor travel, kita mau mudik.

Beberapa menit datanglah mobil, dan kita masuk..

Sayapun ambil duduk di dekat sopir.. maklum kita mau basa-basi menghilangkan kebisuan didalam perjalanan. Dan obrolan ini tentu sudah jama’ bagi pengguna ojol, dan tentu saja driver udah kesekian kali menjawab pertanyaan yg sama dari para penumpang.

Saya rangkumkan obrolan kita kali ini:

Afud : “Sudah berapa tahun nyopir ginian?”

Sopir: “Yah udah setahunan…”

Afud : “Ini sampingan atau utama?”

Sopir: “Dulu sampingan, sekarang utama.”

Afud : “Loh..emang dulu kerja apa mas?”

Sopir: “Saya itu dulu sebenarnya programer, kuliah jurusan komputer.. ya kita bikin script-script atau program apalah..fleelancer gitu.”

Afud: “Loh kenapa g diterusin..”

Sopir: “Makin hari ke hari..setelah punya anak saya baru paham bagaimana memperjuangkan kebutuhan mereka…dulu saya sempat idealis kuliah komputer dah lama, dan terjun lama juga di dunia IT, tapi kok gitu-gitu aja. Sementara saya lihat teman-teman yang nggak punya ijazah, asal bisa nyopir aja penghasilannya sudah berlipat-li[at daripada profesi saya..

Saya sudah tinggalkan itu dunia IT, saya menikmati seperti ini.. nyantai dan yang penting kebutuhan keluarga terpenuhi.”

Afud : “Tapi itu apa tidak eman-eman skillnya mas.. diganti aja skill IT nya buat sampingan, driver jadi pekerjaan utama?”

Sopir  : “Kalau sudah berkaitan dengan ekonomi keluarga tentu kita harus realistis mas..apalagi sekarang saingan udah banyak, anak-anak SMK aja udah jago-jago..

Saya hanya memikirkan bagaimana anak-anak saya bisa mendapat pendidikan yang layak..dan dapur bisa mengepul.”

Afud : “Ehhm begitu…sekarang menikmati pekerjaan ini?

Sopir: “Bener.. idealis itu perlu, tapi pragmatis itu juga solusi ketika menghadapi masa sulit.. selama halal, ... why not?

OBROLAN DI KEDAI MBAH GUNDUL " IBLIS [ DOT ] COM

UTENG SUKENDAR


Pagi itu Kasdi berpakaian Necis, layaknya seorang pegawai, sebuah perusahaan dengan gaya seorang eksekutif, Kasdi memasuki kedai mbah Gundul, sembari menenteng sejumlah buku.

"Mau kemana kang "tanya mbah Gundul?

"Lho nggak tahu to, kalau saya ini sedang kursus komputer"

"Wah kemajuan,kang, nanti jadi apa setelah selsai kursus'

"Saya mau belajar komputer sampai ahli, hingga saya bisa tahu dimana Virus komputer itu? mbah gundul tidak terlalu tanggap, karena memang tidak tahu bahasa modern, apalagi soal Virus komputer, yang dia tahu itu hama padi, yang biasanya menhabiskan tanaman padi di sawah

Di, mau mengikuti zaman edan apa kamu ini kok belajar komputer segala? timpal Uteng mengagetkan

"Edan pala lu  saya ini di tuntut belajar komputer karena kelak bisa buat bekal akhirat

"Oalah masak komputer masuk dalam pertanyaan kubur"kata Uteng 

"Jangan remehkan, Pasti nanti kamu masuk neraka gara-gara kamu gak bisa mainkan komputer"

"Hahahaha apa hubungannya komputer dengan siksa neraka, malah menurutku komputer bisa menjerumuskan kita ke dalam neraka.." canda Uteng

"Kok begitu.."?

"Iya pernah datang ke Kiai yang punya komputer dan apa itu namanya....hmmm internet saya mau silahturahmi, minta berkah do'a kata penjaga dirumahnya, Kiai sedang sibuk di kamar, saya pikir wiridan atau zikir, ehh selidik punya selidik kiai sedang bermain komputer

"Lho apa salah nya kiai bermain komputer?

"Bukan begitu Di, kiai itu sedang melihat gambar cewek montok di internet,,"

Mendengar kisah Uteng, Kasdi jadi merah padam, Kasdi ingin membalas Argumentatif tapi juga belum ketemu

"Nah kalau saya tidak. Teng Soal gambar porno di internet, itu urusan pribadi kiai itu dengan Allah. tapi kalau saya nanti ditanya di akhirat, kenapa tidak membalas surat-surat atai keresahan melalui komputer, hanya karena saya tidak bisa keahlian kan celaka. Berarti membiarkan orang terpelosok nah gimana menurut mu Teng"

"Boleh juga itu Di, tapi ngomong-ngomong apa sih yang kamu inginkan"

"Nggak usah Ributlah..manusia global ini perlu komunikasi, Saya harus perang dengan Virus Komputer global nanti "

Uteng terdiam, Ia hanya membayangkan virus komputer berkeliaran, tapi apa hubungannya dengan manusia milenium nanti,apa pula hubungannya dengan dunia global kelak?

Bagus Di"  kata Ustd Mahfud Muchtar, kamu harus kuasai dunia komputer, kalau perlu kamu jadi pioner komputer, agar virus milenium bisa terhapus, oleh keahlianmu"

Emang ada Kang,virus manusia milenium, masuk komputer?

Ada virusnya adalah kedengkian,  takabur, materilistik, Khayalan serba nikmat, Cinta Duniawi, malas Ibadah, suka mencaci orang, merasa paling hebat, Virus terbesarnya adalah merasa menjadi Tuhan.

Saya harus melawan bagaimana Kang Ustd Mahfud ?

"Lawanlah dengan lawan dari segala penyakit,atau virus, Sembari kau bangun peradaban luhur lewat komputermu, Kamu bisa buat website www.kadi.com

"Isinya apa kang Ustd Mahfud?

"Isinya Botakmu itu,..Isinya adalah bagaimana warga dunia Sosial media kembali kepada sang Pencipta, Kembali meneladani Rosul-Nya Sebab Iblis sudah punya situs-situs yang Dasyat, dan siap menghancurkan hubungan Manusia dengan Allah"

Rabu, 12 Mei 2021

Rohmat Selamat . Taqabbalallahu Minna Wa Minkum.





CIAMPEA = ALHAMDULILLAH, tanpa terasa kita sudah berada di pengujung bulan suci Ramadhan 1442 H. Kita sebulan penuh berinteraksi dan mengisi hari-hari bulan Ramadhan dengan berbagai kegiatan. Ibadah ini dilakukan kaum muslimin dalam rangka memperoleh ampunan Allah SWT dan mencari keridhaan-Nya. " Ucapan Rohmat Selamat SH.MKn, dengan penuh rasa syukur saat, menemui media Berita Islamku  di Musholah Kediamannya desa Bojongjengkol Rabu (12[5/21)


Lebih lanjut Advokat Rohmat Selamat SH.MKn  Ramadhan yang telah kita jalani selama sebulan penuh lamanya, telah meninggalkan kesan mendalam dalam sanubari setiap pribadi muslim. Ramadhan telah mengajarkan perubahan pola pikir, mental, pola sikap dan pola tindak secara mendasar dalam kehidupan sehari-hari. "Jelasnya


Ramadhan memperkokoh keimanan, memperdalam keikhlasan, mendekatkan hamba dengan Sang Khaliq, memperkuat persaudaraan, membangun empati sosial, membangun sikap saling berbagi, mengikis kesombongan, menafikan hasad dan dengki, membersihkan sikap tamak harta dan menyucikan jiwa kaum muslim dari kotoran kemunafikan menuju jiwa yang tenang (nafs al-muthmainnah), bening dan sejahtera (qalb al-salim). "  terang Rohmat yang dipercayai mengkomandani PWRI Kabupaten dan Kota Bogor

Kita dan teman DPC PWRI merayakan kemenangan pada hari yang fitri, didasarkan pada kesadaran bahwa, telah berusaha membersihkan jiwanya , terbebas dari kungkungan  dan semoga sempurna menjalankan segala amal ibadah di dalam bulan suci Ramadhan.


Dalam kerendahan hati, ada ketinggian budi. Dalam kemiskinan harta, ada kekayaan jiwa. Hidup ini terasa indah jika ada maaf. Taqabbalallahu Minna Wa Minkum. Rohmat Selamat, S.H., M.Kn, DPC PWRI mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1442, H. Minal Izin wal Faizin mohon maaf lahir dan batin. "menutup wawancara dengan Berita Islamku  

Punyaku

kasdiwarso@gmail.com akhamlazuardi jayasuprana079@gmail.com jaya1234567 onongonci@gmail.com onci1234567 Yushitaweno7@gmail.com Onong 1234567...